Badan Bayi Menjadi Panas Setelah Imunisasi DPT

imunisasi_difteri1920_1200_20110204103726327723-628x383

Imunisasi DTP, secara umum oleh masyarakat dikenal dengan istilah imunisasi yang menyebabkan badan bayi menjadi panas. Imunisasi dapat dilakukan di Puskesmas tanpa biaya, hanya dikenakan biaya administrasi saja Rp 3000,- serta obat sirup paracetamol penurun panas setelah imunisasi. Selesai imunisasi pagi saya langsung memberinya obat sirup paracetamol, bayi biasanya menangis seperti merasa kesakitan, yaitu kesakitan pasca di suntik di bagian paha biasanya terjadi bengkak, lalu saya kompres dengan air hangat. Dan suhu badan bayi pun menjadi panas sampai dengan 37 derajat celcius. Saya berusaha tidak panic, saya memberikanya Asi sebanyak banyaknya. Dan terus memperhatikan perkembangan suhu badanya agar tetap stabil. Buat bayi senyaman mungkin dengan menggunakan pakaian yang adem dipakai, jangan membungkusnya dengan jaket atau selimut tebal. Setelah itu saya mencari informasi mengapa setelah imunisasi DPT bayi menjadi panas?

Ada artikel yang menyebutkan : Reaksi pada anak bisa bermacam-macam. Demam-tidaknya, ditentukan banyak faktor antara lain kondisi anak saat diimunisasi dan kondisi vaksin. Demam atau panas disebabkan suntikan P (Pertusis) yang merupakan kuman yang dilemahkan. Jika tubuh tak bereaksi terhadap kuman, berarti daya tahan tubuh kurang memadai. Jadi, dengan suntikan DPT memang diharapkan timbul reaksi panas/demam.

Ternyata berhasil atau tidaknya imunisasi justru dengan hadirnya panas tersebut. Begitu juga dengan Imunisasi sebelumnya yaitu Imunisasi BCG dan Hepatitis B-2. Imunisasi BCG untuk mencegah penyakit TBC sedangkan imunisasi Hepatitis B-2 untuk mencegah penyakit liver. Imunisasi BCG ini lebih baik diberikan sebelum bayi berumur 3 bulan. Imunisasi BCG disuntik di bagian lengan, tidak di paha. Untuk imunisasi Hepatitis B-2, hanya diteteskan saja. setelah imunisasi BCG terdapat bekas suntikan yang menjadi seperti bisul dan bernanah, “kata bidanya jangan di apa-apain, diamkan saja nanti juga membaik sendiri” dan saya hanya membersikanya dengan air hangat nanah yang keluar dari bekas suntikan tersebut. Dan ada artikel yang menyebutkan : Dua bulan kemudian, di bekas suntikan tersebut terjadi luka kecil yang melendung dan kadang bernanah. Itu pertanda bahwa vaksin BCG-nya “jadi” dan luka itu nantinya akan mengering menjadi bentol kecil. Jadi, ciri imunisasi BCG yang berhasil ada dua, yaitu kulit yang melendung jika penyuntikan dilakukan dengan benar dan terjadinya luka kecil dua bulan kemudian jika vaksinnya mencapai sasaran.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s